MENULIS BERITA

Posted by Sugianto, S.Pd. in Jan 18, 2011, under Uncategorized

BERITA

A. Pengertian Berita
Sebenarnya, tidak ada pengertian baku tentang berita. Meski banyak wartawan senior dalam dan luar negeri mencoba membuatkan definisi, namun tetap saja dianggap belum sempurna. Contoh: Seorang pakar Inggris, Nothclife, mengungkapkan bahwa berita adalah peristiwa yang mampu menarik perhatian dan rasa ingin tahu. Berarti Nothclife lebih menekankan pada ketidaklaziman dan keanehan.
Pengertian Nothclife ini jelas bisa dibantah dengan contoh berikut; ‘’Seekor anjing menggigit orang’’ adalah hal yang biasa. Tapi, jadi aneh dan tak lazim kalau ‘’Seseorang menggigit anjing’’. Tapi, bagaimana kalau yang digigit anjing itu orang terkenal, seperti artis, menteri atau mungkin presiden, jadi menarik bukan?
Dengan demikian, muncullah ungkapan bahwa news is difficult to define, because involves many variabel factors. (Berita sulit didefinisikan, karena mengandung banyak faktor dan variabel). Dengan demikian, berita lebih mudah dikenali daripada diberikan batasan. Sebagai ilustrasi saja, membuat pengertian tentang berita sama halnya ketika kita mendefinisikan kata ‘’makan’’.
Akan tetapi, dalam penulisan berita, ada beberapa aturan main yang tak boleh diabaikan:
1. Harus mengandung unsur 5 W + 1 H yakni: What : Apa; Who : Siapa; Why : Mengapa; When : Kapan; Where : Di mana; How : Bagaimana
2. Dari unsur tersebut, dalam penulisan berita haruslah piramida terbalik. Artinya, dimulai dari hal-hal yang paling penting. Makin ke bawah semakin kurang penting (bukan berarti tidak penting). Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada pembaca untuk langsung mengetahui persoalan sesungguhnya. Sebab, tidak semua pembaca punya waktu yang cukup.
3. Gunakan bahasa yang efektif, yakni singkat, padat dan sistematis

B. Kerangka Berita
1. Judul
a Judul berita sebisa mungkin dibuat dengan kalimat pendek, tapi bisa menggambarkan isi berita secara keseluruhan. Pemberian judul ini menjadi penentu apakah pembaca akan tertarik membaca berita yang ditulis atau tidak.
b Menggunakan kalimat aktif agar daya dorongnya lebih kuat. Meski suatu saat ada kalanya judul berita yang lebih kuat dengan kalimat pasif. Biasanya untuk berita yang subjek berita termasuk orang terkenal. Misalnya judul “SBY Sapu Bersih Kabinet dari Korupsi.”
c Hindari penulisan judul yang sensasional dan berlebihan, sehingga terkesan ‘’menipu’’ pembaca Anda. Sebab, hal ini akan menyebabkan media Anda dijauhi pembacanya.
2. Lead (Kepala Berita)
a Selain judul, lead atau kepala berita bisa menjadi penentu seorang pembaca akan melanjutkan bacaannya atau tidak.
b Gunakan kalimat menarik yang menggambarkan inti persoalan. Bahkan, pada lead, Anda sudah harus menggambarkan secara garis besar isi berita dan pesan yang tersirat dari judul.
c Agar mudah menulis berita khususnya untuk membuatkan lead, seorang reporter ketika ditugaskan meliput peristiwa harus sudah tahu “pelatuk” apa yang akan dibuat sebelum menulis berita. Pelatuk berbeda dengan sudut berita. Ada satu contoh. Misalkan seorang reporter ditugaskan meliput banjir yang merendam ratusan rumah dan warga mengungsi. Yang disebut sudut berita adalah peristiwa banjir itu sendiri, sedangkan pelatuknya adalah warga yang mengungsi. Mana yang menarik dijadikan lead? Anda bisa memilih sendiri. Membuat lead soal mengungsi mungkin lebih menarik dibanding banjir itu sendiri. Karena ini menyangkut manusia yang secara langsung akan berhubungan dengan pembaca. Berita lebih menyentuh jika mengambil lead ini
C. Badan Berita
1. Penentuan lead ini juga membantu reporter menginventarisasi bahan-bahan berita. Sehingga penulisan berita menjadi terarah dan tidak keluar dari lead. Inilah yang disebut badan berita. Dalam penulisan tubuh berita inilah, aturan piramida terbalik itu harus dipakai. Jangan sampai menuliskan peristiwa penting di bagian bawah atau bagian akhir berita. Sebab, selain akan sangat membantu Anda dalam penulisan berita yang terstruktur, juga akan menyelamatkan berita Anda dari kehilangan informasi karena dipotong oleh editor (redaktur) sebagai akibat keterbatasan halaman surat kabar.
2. Sebenarnya, bagi wartawan sangat gampang dalam penulisan berita yang terstruktur itu. Langkah paling aman itu adalah dengan menuliskan informasi secara kronologis, meski tidak selamanya hal itu cocok. Namun, jika menulis secara kronologis, terutama terhadap berita peristiwa, tidak saja akan membantu Anda, tapi juga pembaca Anda. Sebab, mereka bisa dengan mudah mengikuti alur cerita dalam berita tersebut.
D. Penting Bagi Anda
1. Sebelum menulis berita, Anda harus mencari data dan fakta selengkapnya di lapangan, sehingga apa yang Anda beritakan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan.
2. Perolehlah berita dengan cara yang jujur
3. Sebelum berita dituliskan, Anda harus check dan recheck dulu sumber berita Anda, apakah sudah sesuai dengan berita yang akan Anda tulis. Sebab, berita yang bagus dengan narasumber yang kurang pas, menjadikan berita Anda tidak bernilai. Misalnya, seorang ahli ekonomi, berkomentar tentang dampak flu burung terhadap daya tahan tubuh.
4. Dalam penulisan nama, gelar dan lainnya, tidak ada salahnya jika Anda bertanya kepada sumber berita.
5. Jangan sampai memberitakan berita yang oleh narasumber disebut off the record.
6. Berikan kesempatan yang sama kepada sumber berita Anda untuk menjelaskan persoalannya, apabila berita yang Anda tuliskan menyangkut kasus para pihak. Ingat, wartawan tidak punya hak menghakimi, sehingga tidak berhak pula menyimpulkan suatu peristiwa atau kasus yang ditulisnya. Biarkan masyarakat menilai siapa yang benar dan salah dalam kasus yang Anda tuliskan. Persoalan bahasa harus menjadi pertimbangan penting dalam berita. Sebab, pembaca itu berasal dari beragam kalangan dan strata kehidupan. Satu kata harus jadi pertimbangan. Sebab, kata yang biasa di satu daerah bisa tabu di daerah lain.


// If comments are open, but there are no comments.

Leave a Reply