Teknik Membaca cepat

Posted by Sugianto, S.Pd. in Jan 18, 2011, under Uncategorized

MEMBACA CEPAT

A. Hambatan-hambatan dalam membaca cepat
1. Sulit Konsentrasi
Kesulitan konsentrasi bisa disebabkan beberapa faktor diantaranya: kelelahan fisik dan mental, bosan, atau banyak hal lain yang sedang dipikirkan. Konsentrasi juga dapat terganggu dengan adanya hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian seperti suara musik yang keras, TV yang menyala, orang lalu-lalang, dan lain-lain.
Kesulitan konsentrasi membuat pikiran melayang entah ke mana dan huruf-huruf yang dibaca pun ikut menguap terbang. Dalam membaca konsentrasi sangat penting karena menentukan kemampuan Kamu menangkap dan memahami isi bacaan. Apalagi ketika Kamu membaca cepat, maka konsentrasi yang baik akan memastikan bahwa kecepatan baca berbanding lurus dengan pemahaman dan bukan sebaliknya.
Untuk itu ketika mulai membaca, coba atasi faktor-faktor yang menyebabkan Kamu sulit berkonsentrasi. Cari tempat yang tenang, memiliki penerangan yang cukup, suhu ruangan yang nyaman, dan tempat duduk yang enak dipakai. Jika ada gangguan, selesaikan dulu sebelum Kamu mulai membaca.
Setelah hal di atas dilakukan, selanjutnya adalah bagaimana meningkatkan konsentrasi itu sendiri. Dalam membaca cepat konsentrasi yang dibutuhkan adalah kerjasama antara mata dan otak di mana mata bekerja menangkap kata dengan cepat dan otak menerjemahkan, mengomentari, dan memahami kata demi kata yang ditangkap.
Latihan Memusatkan Konsentrasi:
Ada dua buah latihan memusatkan konsentrasi yang cukup baik saya temukan di buku karya Soedarso, Speed Reading: Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Dua latihan tersebut dikutip dari Chung Moo Il, Membaca Dinamis (Cepat) berupa mengurai benang kusut dan menghitung titik. Ternyata latihan ini tidak mudah dan kalau Kamu belum terbiasa, mata dapat berair dan cukup tegang. Berikut saya adaptasi latihan tersebut untuk Kamu.
Perhatikan gambar benang kusut berikut. Kamu akan mulai dari bagian awal sesuai petunjuk anak panah dan mengikuti jalur benang kusut tersebut sampai berakhir. Dalam latihan ini Kamu tidak boleh menggunakan alat bantu seperti jari atau pensil untuk memudahkan penelusuran. Gunakan mata Kamu dan rasakan otot-otok mata yang bekerja sambil mempertahankan konsentrasi agar jalur benang tidak tersesat.

Apa yang Kamu rasakan? Sebagian orang melakukannya dengan perlahan dan di tengah-tengah konsentrasi menjadi buyar. Sebagian yang lain masih terus dapat mengikuti dengan cepat. Ada orang yang dapat melakukan dengan sangat cepat tanpa tersesat.
Bagaimana rahasianya? Ketika Kamu mulai menelusuri, mata Kamu sebenarnya sudah menangkap sampai panjang tertentu di mana benang tersebut terhubung. Segera pindah ke bagian tersebut dan tangkap lagi bagian terjauh yang dikenali mata Kamu. Demikian seterusnya sampai selesai.
Hal seperti ini nantinya akan Kamu lakukan dalam baca cepat di mana ketika melihat sekumpulan huruf, otak Kamu sudah bisa mengenali kata dan ketika Kamu melihat dengan jangkauan lebih luas, otak Kamu sudah mengenali frasa dan bahkan kelompok kata yang lebih besar.

Ingin tantangan berikutnya? Silakan hitung jumlah titik-titik horizontal berikut ini baik yang besar maupun yang kecil. Peraturan yang sama tetap berlaku: dilarang menggunakan jari, pensil atau alat bantu hitung lainnya. Gunakan hanya mata dan otak Kamu.
……………………………………………………….
………………………………………………………….
…………………………………………………………..
Apa yang Kamu rasakan? Saya yakin jika belum terbiasa mata Kamu akan cukup lelah dan seperti ada otot yang ditarik-tarik. Tidak mengapa, hal tersebut pertanda baik karena Kamu mulai mengaktifkan otot-otot mata dengan lebih intensif. Nantinya dalam tulisan berikutnya kita akan belajar senam mata untuk melatih kecepatan dan irama pergerakannya.
Apakah Kamu berhasil menghitung jumlah titik-titik tersebut? Jawaban bisa dilihat di akhir tulisan ini.
2. Rendahnya Motivasi
Hambatan berikutnya dalam membaca adalah motivasi. Gangguan ini terutama dialami mahasiswa ketika harus membaca text book tebal yang tidak disukai. Rendahnya motivasi akan muncul ketika Kamu hendak membaca suatu buku tapi tidak terlalu tahu buku tersebut tentang apa. Maka Kamu akan cenderung membaca sekedarnya saja dan tidak terlalu berminat untuk membaca dengan pemahaman yang baik.
Bagaimana mengatasi motivasi ini? Caranya adalah Kamu harus menemukan jawaban mengapa Kamu perlu membaca buku tersebut. Bahasa kerennya What Is In It For Me? Jika buku tersebut text book perkuliahan yang tebal dan membosankan, coba bayangkan apa yang menarik dari judulnya, topik-topik yang dibahas di dalamnya, dan apa yang bisa Kamu aplikasikan jika menguasai buku tersebut. Jika buku tersebut sebuah biografi, coba bayangkat betapa hebatnya orang yang dibahas, apa yang telah dia lakukan akan dapat menjadi pelajaran bagi Kamu. Jika buku tersebut adalah buku-buku self help atau Management, bayangkan apa yang akan terbantu jika Kamu bisa menguasainya.
Jika telah berusaha sekuat tenaga dan tetap tidak memiliki motivasi untuk membaca sebuah buku tertentu, maka jangan-jangan buku tersebut memang tidak cocok buat Kamu dan harus diganti dengan buku yang lain.
Mengapa motivasi penting dalam membaca? Nantinya ketika Kamu mulai membaca teks yang panjang, motivasi inilah yang akan mempertahankan stamina Kamu dan memberi kekuatan untuk terus membaca sampai selesai karena ingin mengetahui dan memahami isinya. Tanpa motivasi mungkin ada bisa membaca sampai beberapa halaman, tapi setelah itu segera bosan dan malas meneruskannya.
Motivasi menjadi pendukung konsentrasi dan saling bantu membantu dalam menciptakan pemahaman yang utuh baik secara nalar maupun emosional. Jika Kamu memiliki otak yang cemerlang dan konsentrasi yang tinggi, mungkin Kamu bisa memahami materi dengan mudah. Akan tetapi, motivasi-lah yang membantu untuk mempertahankan pemahaman tersebut dalam jangka panjang karena motivasi melibatkan emosi dan keinginan untuk menikmati suatu bahan bacaan.

3. Khawatir Tidak Memahami Bahan Bacaan
Ada orang yang minder duluan ketika baru melihat buku yang hendak dibaca. Dia khawatir bahwa buku tersebut terlalu berat dan nanti tidak bisa dipahami. Rasa khawatir ini ternyata akan menjadi kenyataan jika Kamu terus membawanya ketika membaca. Kekhawatiran bahwa Kamu tidak bisa atau sulit memahami isi bacaan akhirnya akan benar-benar menjadi kenyataan.
Untuk itu singkirkan semua kekhawatiran tersebut. Yakinkan pada diri Kamu bahwa meskipun buku yang hendak dibaca mungkin cukup sulit, bukan berarti Kamu tidak bisa memahaminya. Batu yang keras sekalipun akan berlubang oleh tetesan air yang terus menerus.
Rasa khawatir ini paling sering jika membaca buku pelajaran terutama pada saat menjelang ujian. Ada perasaan waktu Kamu cukup terbatas, Kamu kurang memiliki pengetahuan, soal yang ditanyakan mungkin sangat beragam dan Kamu harus menguasai satu buku secara penuh untuk memahaminya. Kekhawatiran ini akan mengganggu kecepatan baca maupun pemahaman Kamu.
Jika Kamu adalah seorang pelajar atau mahasiswa, maka saya sarankan, secara rutin bacalah buku teks yang diwajibkan jauh-jauh hari sebelum ujian. Dengan demikian rasa khawatir tidak memahami akan hilang dan Kamu dapat membacanya jauh lebih rileks dan nyaman. Ketika ujian sudah menjelang, Kamu tinggal mengulang sedikit poin-poin penting untuk memastikan topik tersebut masih dikuasai tanpa perlu membaca lagi keseluruhan buku.
B. Kebiasaan-Kebiasaan Buruk Dalam Membaca
Hal terakhir yang kita bahas dalam hambatan membaca adalah kebiasaan buruk yang dimiliki seseorang. Kebiasaan buruk dalam membaca jika terus dipelihara akan membuat kecepatan baca Kamu terganggu. Beberapa kebiasaan buruk yang lazim dimiliki orang adalah:
1. Vokalisasi
Hal ini dilakukan dengan cara melafalkan apa yang Kamu baca. Dengan demikian, kecepatan baca Kamu akan sama dengan kecepatan berbicara. Tahukah Kamu berapa kecepatannya? Sangat lambat, kira-kira cuma 120 kata per menit. Silakan Kamu coba sendiri dan hitung.
2. Sub Vokalisasi
Ada orang membaca tanpa suara di bibir, tapi di hati. Dengan cara ini, dampaknya kurang lebih sama dengan vokalisasi yakni kecepatan baca sama dengan kecepatan berbicara.
3. Gerakan Bibir
Ada juga yang tidak bersuara, tapi bibir seperti orang berbicara dan melafalkan sesuatu. Kebiasaan ini berakibat sama dengan dua kebiasaan buruk yang kita bahas.
4. Gerakan Kepala
Banyak orang ketika membaca kepalanya ikut bergerak mengikuti kata demi kata dalam bahan bacaan. Dengan demikian kepala bergerak secara teratur dari kiri ke kanan kembali lagi ke kiri dan seterusnya. Kebiasaan ini akan menghambat kecepatan baca karena pergerakan kepala sebenarnya kalah jauh dengan pergerakan mata.
5. Regresi (Pengulangan ke belakang)
Pernahkah Kamu membaca suatu kalimat atau paragraf kemudian tidak yakin dengan isinya atau merasa kurang paham kemudian Kamu balik lagi dan mengulang kalimat atau paragraf tersebut. Bayangkan jika dalam satu halaman saja Kamu melakukannya 10-15 kali, berapa banyak waktu yang telah terbuang.
Untuk mulai membaca cepat, maka Kamu juga harus menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk di atas.

C. Tips Membaca cepat
1. Menangkap dan mengenali kata
Dalam proses membaca, mata bertindak sebagai indra yang menangkap kata-kata dalam bahan bacaan. Kata-kata tersebut kemudian dikirim ke otak untuk dikenali sebagai sebuah kosa kata, kelompok kata, maupun pemahaman sebuah kalimat.Ternyata otak manusia mampu memproses kata-kata dengan baik bahkan ketika urutannya dibolak-balik. Coba Kamu simak teks berikut:
Kmaemuapn mbecmaa cpeat trkeiat eart dngean kmaemuapn mngelnaei ktaa. Mnuasia mngenelai breabgai ktaa lweat bkuu dan tlisaun ynag dbiacaayn. Ktaa-ktaa tbuesret dsimiapn dlaam mmorei oatk dan aakn dinalkei lbeih cpeat ktikea dtemuikan kmblaei pdaa baahn baacan ynag brau.
Libeh habet lgai tnyatera uturan ktaa tdiak tlaleru ptineng aslaakn psoisi hruuf preatma dan trekahir tdiak bruebah. Adna hnaya ckuup mngelnaei hruuf preatma dan trekahir tdai kmeduian dnegan kmemapaun laur baisa aakn mngeanilnya sbegaai sbeauh ktaa spereti ynag Adna bcaa skeranag. Ini mneuurt rsiet ynag prenah dlikaukan Uinvertisas Cmabrigde, Ingrigs.
Sekarang bandingkan dengan teks aslinya
Kemampuan membaca cepat terkait erat dengan kemampuan mengenali kata. Manusia mengenali berbagai kata lewat buku dan tulisan yang dibacanya. Kata-kata tersebut disimpan dalam memori otak dan akan dikenali lebih cepat ketika ditemukan kembali pada bahan bacaan yang baru.
Lebih hebat lagi ternyata urutan kata tidak terlalu penting asalkan posisi huruf pertama dan terakhir tidak berubah. Kamu hanya cukup mengenali huruf pertama dan terakhir tadi kemudian dengan kemampuan luar biasa akan mengenalinya sebagai sebuah kata seperti yang Kamu baca sekarang. Ini menurut riset yang pernah dilakukan Universitas Cambridge, Inggris.
Apa yang Kamu rasakan ketika membaca kedua teks tadi? Kebanyakan orang tidak akan mengalami kesulitan berarti untuk membaca teks pertama. Mungkin kecepatannya akan lebih lambat karena teks tersebut dibolak-balik. Walaupun demikian teks tersebut masih cukup mudah dibaca dan dikenali sebagai kosa kata yang telah kita kenali sebelumnya.
Tulisan yang dibolak-balik tadi sekaligus menjadi bukti bahwa Kamu mampu membacanya. Inilah prinsip yang akan kita gunakan dalam membaca cepat yakni mengenali kata demi kata dengan kecepatan tinggi sehingga Kamu bisa terus berpindah ke kata berikutnya sambil membangun pemahaman dan konteks bahan bacaan.
Dalam membaca cepat kemampuan mengenali kata adalah dasar. Ketika Kamu melihat sekumpulan huruf lewat mata dan mengirimkan ke otak, maka akan ada proses pengenalan terhadap kata-kata tersebut terlebih jika Kamu pernah mengenal kosa kata tersebut sebelumnya. Itu mengapa orang yang rajin membaca memiliki kecepatan yang relatif lebih cepat dibandingkan orang yang jarang baca karena kekayaan kosa kata yang telah dimiliki sebelumnya. Dalam teknik membaca cepat, kita akan melatih kecepatan mengenali berbagai kosa kata tersebut.
Berikut latihan yang dapat Kamu lakukan. Coba lihat tulisan pada kolom pertama (paling kiri) kemudian temukan kata yang sama pada 4 kolom berikutnya. Lakukan proses ini dengan cepat dan sekali lirik. Semakin cepat dan akurat Kamu mengenalinya berarti semakin cepat pula kemampuan asosiasi Kamu terhadap kata-kata tersebut.
a. Latihan mengenali kata

Lakukan latihan tersebut dengan cepat. Rasakan mata Kamu berpindah cepat dari kolom acuan ke kolom yang harus ditemukan.
b. Latihan mengenali kelompok kata
Latihan kedua adalah mengenali kelompok kata (frasa). Kamu telah mengenal kata-kata ini sebelumnya. Sama seperti latihan sebelumnya lakukan dengan cepat untuk menemukan frasa yang sama pada kolom pertama di ketiga kolom lainnya.

Latihlah kedua hal di atas sampai Kamu dapat mengenali dengan cepat sebuah kata dan kelompok kata (frasa). Dengan demikian, ketika proses membaca cepat dilakukan, pengenalan kata tidak tertinggal. Ibarat seorang pembalap, meskipun berkendara dengan kecepatan tinggi, Kamu tetap awas atas apa-apa yang ada di depan, kiri dan kanan.
2. Mempercepat Gerakan Mata
Setelah kamu melatih kecepatan mengenali kata dengan akurat, sekarang kita akan mulai berlatih mempercepat gerakan mata. Dalam proses membaca seseorang melakukannya dengan menangkap kata per kata atau bahkan suku kata per suku kata.
Perhatikan contoh berikut. Inilah yang biasanya dilakukan banyak orang ketika membaca.

Tidak hanya itu kadangkala proses membaca bisa menjadi jauh lebih lambat jika ada proses mengeja per suku kata. Ini yang biasanya dilakukan ketika seorang anak mulai belajar membaca.

Dalam membaca cepat kita akan melatih menangkap dua, tiga, empat atau bahkan lima kata sekaligus sehingga mempercepat proses pembacaan.

Ini adalah yang saya lakukan ketika berlatih membaca cepat sekitar tahun 1997 dulu. Caranya adalah dengan membuat garis lurus vertikal di buku atau bahan bacaan. Dengan demikian, keseluruhan teks akan terbagi menjadi beberapa bagian. Cara ini baik dipakai untuk melatih membiasakan mata melihat sekelompok kata sekaligus.
Perhatikan contoh tulisan berikut yang diberi garis putus-putus sehingga membaginya menjadi empat kelompok.

Cara membacanya adalah paksakan mata Kamu mengikuti kelompok yang dibuat oleh garis tadi. Dengan demikian, ketika pada baris pertama, Kamu akan membaca kata “fenomena pria” sekaligus pada kolom pertama, kata “metroseksual yang kini” pada kolom kedua, kata “melkamu seluruh dunia” pada kolom ketiga, dan kata “termasuk di kota-kota” pada kolom keempat. Lakukan hal yang sama pada baris-baris berikutnya.
Dengan cara ini, Kamu akan memaksa mata melihat kelompok kata sesuai lebar garis yang Kamu tentukan. Lakukan pergerakan tersebut dengan berirama sampai Kamu terbiasa dengan pola 4 kali melihat dalam satu baris. Selanjutnya jika Kamu sudah merasa mantap, jangkauan bisa diperlebar dengan melihat 3 kali dalam satu baris. Lakukan terus menerus sampai Kamu dapat membaca dengan pola seperti itu tanpa perlu dibantu garis.
Sampai nantinya Kamu bisa melakukannya dalam 2 kali lihat per baris atau bahkan beberapa orang bisa membacanya cukup 1 kali lihat perbaris. Cukup menantang bukan?
Contoh berikut ini mirip seperti tadi, bedanya tulisan dibagi dalam tiga kelompok saja. Artinya Kamu harus mampu menangkap lebih banyak kata sekaligus dalam setiap kali pergerakan mata.

Semakin Kamu konsisten melakukan latihan tersebut, maka secara bertahap Kamu juga telah melatih otot-otot mata untuk bergerak dengan cepat dan teratur. Hal ini secara perlahan akan meningkatkan kecepatan baca sampai Kamu menemukan kecepatan yang dirasakan pas.
3. Melatih Kecepatan membaca.
Berapa kata per menit yang bisa Kamu baca? 100, 200? Hm, masih kurang banyak. Para pakar sepakat, Kamu baru bisa dibilang bisa membaca cepat bila kemapuan membaca Kamu berkisar 250-300 kata per menit. Kecepatan membaca dapat diukur dengan rumus berikut ini!
Kecepatan membaca = x 60
Misalnya jumlah kata yang dibaca 1.600 kata dalam waktu 3 menit 20 detik (200 detik), maka kecepatan membaca adalah:
x 60 = 480 kp/m ( kata permenit )
Untuk menghitung jumlah kata dalam bacaan dapat dipergunakan cara berikut:
a. hitunglah jumlah kata yang terdapat dalam satu garis penuh.
b. hitunglah jumlah baris pada tiap kolom/halaman yang bersangkutan.
c. hasil perkalian antara jumlah kata dan jumlah baris adalah jumlah kata yang terdapat dalam kolom atau halaman yang bersangkutan. Jika bacaan itu terdiri dari beberapa halaman, jumlah kata ialah hasil kali dari jumlah kata tiap baris, jumlah baris, dan jumlah halaman.
Ada teknik yang bisa diterapkan. Salah satunya dengan berusaha membaca beberapa blok kata sekaligus. Apakah bisa? Bisa. Karena berdasarkan penelitian, ternyata otak Kamu membaca kata per kata, bukan huruf per huruf. Jadi aturan huruf pada kata tidak penting, cukup huruf pertama dan terakhir yang harus berada pada tempatnya.
Meski hurufnya tidak beraturan, tapi bila huruf pertama dan terakhir benar, otak Kamu bisa membacanya. Contoh seperti ini, kata ‘bgaus’meski hurufnya tidak berurutan, otak langsung bisa membacanya dengan benar segabai kata, ‘bagus’. Luar biasa bukan? Hal ini menurut salah satu pendapat ada kaitannya dengan teori associative memory, otak banyak bekerja dengan mengasosiasikan suatu informasi dengan informasi lain yang sudah lebih dahulu tersimpan dalam memori. Itulah emgnapa Kamu tidak kesulitan membaca SMS yang pelit dengan huruf. Untuk bisa membaca cepat, Kamu perlu berlati. Caranya mudah. Saat latihan, cobalha membaca seepat-cepatnya, dan berilah target setinggi-tingginya. Misalnya dalam satu menit, Kamu menargetkan harus bisa menyelesaikan membaca satu artikel surat kabar. Bila ada paragraf atau bagian yang penting, turunkan kecepatan membaca agar Kamu bisa memahami maknanya.
4. Kemampuan Scanning.
Membaca melibatkan partisipasi aktif, sehingga seluruh emosi, hasrat dan minta juga harus terlibat dalam proses membaca. Namun keterbatasan waktu, membuat Kamu sebaiknya selektif dan efektif dalam membaca, sehingga dengan tenggang yang sama, Kamu bisa mengambil inti dari lebaih banyak bacaan. Kecuali untuk buku fiksi atau sastra yang memang ingin Kamu nikmati jalinan cerita, emosi dan rangkaian kata-katanya. Pada dasarnya teknik men-scan ini hanya meminta Kamu untu melihat pokok dari isi suatu tulisan. Ada teknik yang bisa diterapkan dalam membaca bacaan, dari mulai artikel surat kabar dan buku, seperti diuraikan beriktu ini:
a. Membaca Artikel Di Surat Kabar/Majalah.
Umumnya tulisan di surat kabar dan majalah berupa artikel. Satu surat kabar saja sudah terdiri atas banyak artikel, jadi tidak mungkin Kamu melahap semuanya. Cara menyiasatinya, perhatikan konstruksi tulisan tersebut. Umumnya artikel terdiri atas judul, pendahuluan, isi dan penutup. Pertama kali, tentu membaca judulnya. Kemudian, arahkan mata Kamu ke pendahuluan. Bagian pendahuluan mencerminkan isi dari keseluruhan tulisan. Pendahuluan sangat penting dibaca karena dari sini Kamu tahu ke mana arah artikel ini. Bila pendahuluan tidak terlalu menarik minat karena mungkin Kamu tidak memerlukan informasi tersebut, segera alihkan pkamungan mencari topik yang lain. Namun, bila informasi tersebut penting dan sesuai dengan kebutuhan, bacalah isinya secara tuntas sampai pada kesimpulan.
b. Membaca Buku.
Buku mempunyai isi jauh lebih banyak dari artikel. Konstruksi buku terdiri dari cover, daftar isi, isi dan back cover. Seperti artikel, cover juga penting untuk dibaca. Karena dari sini Kamu bisa menentukan, apakah buku tersebut menarik untuk dibaca atau sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Bila jawabannya tidak, segera letakkan buku tersebut, dan carilah buku lain. Tapi, bila ya, Kamu bisa membaca cover belakangnya. Dari sini, Kamu bisa tahu secara ringkas isi buku tersebut. Dan selanjutnya yang perlu dibaca adalah: 1) Biografi Penulis. Untuk mengetahui background pendidikan, pengalaman dan kegiatan penulis, sehingga memudahkan Kamu mengatur alur pemikiran yang dituangkan dalam buku tersebut. 2) Bagian Awal Buku, yang terdiri dari kata pengantar dan prakata (prolognya). Kenanyakan orang melewatkannya. Padahal , bagian ini perlu disimak. Karena disinilah penulis merangkum intisari seluruh gagasan tentang tema buku tersebut. 3) Daftar Isi, yang menjadi kerangka buku. Bacalah daftar isi dengan teliti untuk melhat apakah topik-topiknya sesuai dengan yang dicari. Saat melihat daftar isi, Kamu bisa menentukan apakah hanya membaca sebagian atau keseluruhan buku. Kalau informasi yang dibutuhkan tidak banyak, lihat saja yang perlu dibaca, dan abaikan selebihnya. 4) Indeks, lihatkah apakah ada kata-kata kunci yang menarik bagi Kamu. Begitu mulai membaca, hindari membaca kata-per-katadan kalimat per kalimat. Cobalah tangkap sekelompok kata dengan mata setiap kali menggerakannya. Apalagi untuk buku berbahasa asing. Kamu tidak perlu menerjamahkan kata demi kata karena akan menghambat penyerapan informasi ke dalam otak. 5) Konsentrasikan Pada Kalimat Pertama dan Terakhir Dari Sebuah Paragraf. Atau lihatlah keseluruhan badan paragraf, kemudian tangkap pesan intinya. Kamu bisa bebas melompati materi yang sudah diketahui atau tidak diminati. Pada bagian yang menurut Kamu penting, Kamu bisa lebih cermat membaca dan mencerna lebih dalam maknanya. 6) Siapkan stabilo atau alat tulis untuk menkamui informasi atau apa saja yang ingin dilihat. Pahami jalan pikiran penulis. Semakin cepat Kamu mengetahui topik, tujuan pokok masalah dari materi yang dibaca, makin baik pemahaman dan ingatan Kamu akan hal itu. Kalau perlu buatlah ringkasan sambil membaca. Untuk mempermudah menggunakan buku tersebut sebagai referensi, catat isi buku tersebut dalam buku catatan yang dapat disimpan dan dilihat setiap saat.


// If comments are open, but there are no comments.

Leave a Reply